Jumat, 16 Januari 2015

Risensi Film Republik Twitter dari segi Etika

Dari segi etika Film Republik Twitter memberikan suatu kesan yang sangat menarik untuk diingat,antara lain pesan Sukmo Wigoyo bahwa cinta tidak mengenal ruang dan waktu,artinya bahwa untuk kita memulai memberikan rasa sayang kepada orang-orang yang kita kenal bahwa tidak terbatas oleh kendala-kendala yang berarti,adanya kita mengingat kata-kata dari Sukmo yaiyu kita harus mendengarkan kata hati,apa yang dikatan hati sudah seharusnya kita dengar,agar lebih mengutamakan kehati-hatian dalam setiap melakukan tindakan. Namun terkadang yang kita hadapi di dunia maya tidak sperti yang kita harapkan di duini nyata,seprti pesan Andre yang enggan menggunakan media sosial.
Ada satu makna yang menarik saya simpulkan dari Film ini yang memberikan peringatan kepda kita agar tidak melakukan tindakan plagiat sesuka hati kita,karena akan berimbas kepda kita sendiri,seperti yang dilakukan Aziz kepada Hanum,terkadang kita mengorbankan usaha orang lain demi tujuan ambisius yang kita inginkan.
Ada pesan yang tersirat bahwa selagi kita mampu berusaha harusnya kita tidak mengenal alasan karena itu hanya akan menggagalkan impian kita,seperti yang dilakukan Sukmo berangkat dari Jogja demi menemui orang yang paling ia sayang,Sukmo rela berkorban dari berbagai hal karena ia ingin membuktikan bahwa semua hal bisa terjadi apabila kita besungguh-sungguh dalam memperjuangkannya,karena Sukmo berhasil mendapatkan rasa perhatian dari Hanum setelah mendengarkan kata-kata Andre bahwa wanita itu hanya butu perhatian dan kenyamanan,apabila kedua hal tersebut sudah dirasakan oleh calon pasangan kita maka kepastian bersamnaya akan datang.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar