Bila kita tinjau dari aspek pemerintahan dalam film Republik Twitter disini meceritakan bahwa betapa canggihnya sosial media dalam melambungkan popularitas seorang yang akan mencalonkan untuk maju menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta,sehingga dengan mudahnya memberikan uang kepada pengelola akun twitternya kepapada pihak pengelola yang bersedia meciptakan postingan-postingan status yang dapat menarik perhatian masyarakat luas,yang memberi kesan seolah-olah menjadi malaikat yang memberi segelas air di gurun pasir yang dalam keadaan panas yang menyegat,betapa mudahnya para pejabat elit melakukan segala cara yang memnghambur-hamburkan uang demi mencari popularitas agar citra di mata masyarakat berkesan baik.
Dengan menggunakan media jejaring sosial dengan mudahnya melaukan "kampanye hitam" yang terselubung dan diatur sangat rapi dengan sedemikian rupa agar tidak melanggar hukum,sehingga hal ini cara paling efesien dalam mencuri perhatian masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar